Silaturahmi dan Taujih Bersama Ustadz Dr Tasrif Amin., MA (Dewan Murobbi Pusat Hidayatullah)

blog

Hidup Mulia di Ahlus Shuffah Dengan AL-Qur’an atau Syahid di Jalan Allah Bersama Syuhada Palestina.

ustazd Tasyrif Amin

Salah satu cita-cita Hidayatullah adalah membangun miniatur-miniatur keislaman dalam lembaga, tarbiah dan dakwah adalah salah satu cara dalam membangun miniatur cahaya-cahaya keislaman ini.
walaupun cahayanya masih kecil, maka akan terang benderang dalam kegelapan.

آمنوا و التقوى
beriman dan bertakwa adalah landasan pacuan dan ini adalah awal perjalanan menuju ridhah Allah serta jalan menuju syurganya Allah, dan itu ditentukan oleh Akhlak dan Amal. karena akhlak dan amalan yang tampak pada diri manusia, dan itulah yang Allah nilai pada diri kita, yaitu Akhlak dan Amalnya.

Akhlak itu muncul dari dalam hati, rujukan hadist tentang hati yang baik dan rusak. dan hati juga berpengaruh pada otak atau pikiran dalam keseharian kita.
Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati. (H.R Bukhari & Muslim)

sedangkan dalam ilmu pembelajaran yang petama kita harus mengenal kebesaran Allah, sebab kebesaran Allah adalah modal utama dalam meregakan ego dan kesombong, empang kuning atau empang tai menjadi saksi bisu dalam mengikis kesombongan, emapng ini juga menjadi kelas TC selama 40 hari dalam peredam gejolak kesombongan, ego dan kekufuran, bahwa yang mulia hanya Allah, sedangkan makhluk nya adalah hamba yang hina dan tercipta dari sesuatu yang hina. maha besar Allah memuliakan kita dalam menghafal qur’an di gunung binjai ini. karena derajat seseorang akan bertambah ketika ilmu dan akhlaknya baik.

sebab jika ada anak didik kita di hidayatullah ini atau di Ahlus Shuffah yang tidak kenal sapu, yang tidak kenal cangkul, parang, maka itu rusak akhlaknya, karna kalau hanya belajar dan hanya isi kepala saja yang bertambah maka rusaklah akhlaknya, dan penyebab rusaknya disebabkan tidak terpenuhi jiwa dalam dirinya…

oleh karna itu, siapa yang tidak bisa bersabar dalam belajar, maka bersiaplah dalam menikmati pahitnya kebodohan dimasa tua. lmam Syafi’i juga berkata bahwa, Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan.

kebodohan bisa terjadi disebabkan Akhlaknya yang kurang baik, bodoh dalam mencapai tujuan akhir yaitu akhirat dan lebih mementingkan duniawi, palestina adalah contoh dalam rusaknya akhlak para yahudi zionis israeliyah dalam bernegara. bukan tidak pintar, melainkan rusaknya Akhlak dalam dirinya. karna kalau akhlaknya tidak rusak, maka tidak akan merebut, tidak akan mengambil paksa masjidil aqsa dalam genggaman kaum muslimin.

Isra’ Mi’raj baginda Nabiyullah Muhammad itu tidak bisa dipisahkan dengan Masjidil Aqsa, Sebab perjalanan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa itu berkaitan langsung dengan peristiwa Sholat 5 waktu.

ketika Nabi sampai di Sidratul Muntaha, kemudian menghada dan berdialok dengan Allah, maka turunlah perintah Sholat. dan sudah sepatutnya orang yang sholat akan membela perjuangan palestine dalam hidup dan matinya, maka ketika sholat namun tidak membela palestina sesuai kemampuannya maka bisa dipastikan rusak akhlaknya.

Ahmed el.wier bukan pelawak, jadi jangan pernah terjebak, jangan pernah mengelak apalagi menolak kemerdekaan palestine.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *